Analisis Strategi Pemasaran pada PT. Coca Cola  

Selasa, 06 April 2010


Pengertian Manajemen Pemasaran
Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkannya. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :
Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997).
Manajemen Pemasaran Coca Cola :
Coca-Cola memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produknya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, yaitu:
-          ProgramPromosi
Mereka  mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk.
-          LayananKonsumen
Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing
-          AreaMarketingContractor
Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.
-          Layanan ProdukPendingin
Riset membuktikan bahwa 90% konsumen Coc-Cola ebih menyukai membeli produk dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan.
-          HoReCa
Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café ternama, Coca-Cola memberikan beragam penawaran menarik melalui program HoReCa ini
PEMASARAN COCA-COLA
Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia . Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri.
Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia , Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut “Fanta Oranggo”, setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Sunfill – produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.
Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.
Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.
Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap.
 Pemasaran Coca Cola Di Indonesia
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.
Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan ketat proses produksi yang diakui secara internasional.
Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu kami menjaga agar para pelanggan mendapatkan minuman kami dalam rasanya yang terbaik.
Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang tanggal pembuatan.
Ada kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut dibuat. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus.
Semua itu menunjukkan komitment kami untuk memastikan bahwa teknologi, sumber daya manusia maupun material yang kami pergunakan, semuanya tertuju untuk kepuasan para pelanggan dan konsumen kami.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.
Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.
Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bersama-sama kami hadirkan saat-saat penuh kesegaran setiap hari.
“Bagi perusahaan Coca-Cola, kualitas lebih dari sekedar apa yang dirasakan, dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakan kami.” Kata seorang karyawan di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia.
Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, keuangan, layanan pelanggan dan konsumen, bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek yang terbaik di industri minuman.
The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan perusahaan  terhadap pengawasan mutu – yang memotivasi untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
Coca-Cola memiliki Consumer Response Teams dan program-program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan, yang kemudian meneruskan masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat di dalam perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas kami yang tinggi tetap terjaga.
PERKEMBANGAN COCA-COLA
coca cola dulu berwarna hijau. tentu saja, itu disebabkan karena warna daun coca
Dahulu Coca Cola itu dijadikan obat untuk melancarkan pencernaan Dan agar bisa buang gas. Dan sebagai penghilang rasa sakit ditambahkan kokain.
Dahulu itu isinya adalah Wine, Kokain sama sodium. Setelah diberlakukan larangan menjual minuman keras tanpa izin, dibnah jadi Sodium Carbonated/Soda, Sugar Cane Extract,kokain.
Lalu datang jaringan menggunakan kokain, akhirnya diganti lagi jadi Sodium Carbonated, Sugar Cane Extract Dan Kacang Kola. 
Pada thn 1889
setiap 330 ml Coca Cola mengandung 100 milligram kokain. Saat ini untuk membeli coca cola masih harus menggunakan resep dokter.
Pada thn 1894
Setiap 330 ml Coca Cola mengandung 20 miligram kokain. Saat ini pembelian coca cola sudah bebas tetapi ada peringatan untuk tidak mengkonsumsi coca cola lebih dari 3 botol dalam 1 hari.
Pada thn 1903 kokain dinyatakan sebagai obat terlarang dan coca cola menghilangkan kokain dari minumannya.
Setelah itu Coca Cola tidak lagi menggunakan kokain tetapi hanya menggunakan daun koka “bekas” yang merupakan sisa dari proses ekstraksi kokain. Jadi tetap mengandung kokain dalam jumlah sangat2x super sedikit 1/3000 miligram untuk setiap 1 gram daun ganja yang digunakan.
Tetapi dalam perkembangannya karena ingin menjual kenegara2x seperti Isreal dan Timur tengah yang mayoritas beragama Islam, maka untuk dapat dijual kesana Coca Cola harus mendapatkan sertifikat Halal dan Kosher. Karena mengandung kokain walaupun dalam jumlah yang kecil, maka tetap saja tidak bisa mendapatkan kedua sertifikat itu. Akhirnya digunakan Non-narcotic Koka leaves.
Karena Saham Coca Cola dibeli oleh perusahaan Isreal maka negara2x arab menolak untuk mengimpor Coca Cola. Oleh sebab itu akhirnya Coca Cola hanya menjual Essence Cola kepada sebuah perusahaan yg berbasis di perancis dan dimiliki pengusaha dari Marroco dan kemudian menjual kembali minuman Coca Cola dengan merek Mecca Cola.
Sementara Pepsi yang bahkan tidak menjual produknya di Israel , tidak memiliki High Rangkin manager dari golongan Yahudi, lebih disukai oleh negara2x arab. Pada thn 1954, pepsi cola membuat anak perusahaan di Iran dan meluncurkan produk Cola dengan nama2x Zam Zam cola. Mottonya adalah “Minuman Ringan untuk para Haji dan Hajah”
Pada thn 1980 an karena perkembangan tekhnologi dan juga kenaikan harga gula, maka formula dasar coca cola diganti. Tidak lagi menggunakan sugar cane extract tetapi menggnuakan gula proses kimia yang dikenal dengan nama fructosa. Dan jg tidak lagi menggunakan daun koka, tetapi digunakan zat perasa bahan makanan yang dimana campuran bahan2x ini dengan carbonated sodium menghasilkan warna hijau. Karena warna asli nya adalah hitam maka ditambahkan pewarna berwarna hitam untuk membuat minuman ini tampak seperti sebelumnya.
Kecuali yg diproduksi di meksiko, disana masih menggunakan sugar cane extraction. Dan konon rasanya jauh lebih enak dari coca cola yang menggunakan fruktosa.
1 botol 1,5 litter dihargai USD 1,20 sedangkan yang menggunakan fruktosa dihargai USD 0,79
 

AddThis Social Bookmark Button


Hari Jadi Ku  

Minggu, 28 Maret 2010

Hari ini tepatnya Tanggal 28 Maret 2010 usia ku tepat 22 tahun, dan Hari ini juga hari anniversary ku yang ke 4 tahun bareng Ma2s ku, aku berharap semoga di hari esok aku akan menjadi orang yang lebih berguna unutk oarng tua ku, diriku sendiri dan orang di sekitar aku. Kado paling terindah yang aku dapat adalah sampai saat ini aku masih bisa kumpul bersama keluarga ku walaupun aku jauh dari mereka, dan KRS adalah kado terindah no 2, tanpa KRS aku gk bisa menyelesaikan study ku tahun ini. Apapun itu aku selalu berusaha bersyukur atas yang diberikan kepada diriku. Makasih Allah SWT, kedua orang tua ku yang selaluh mendampingi aku, dan Ma2s. Aku akan berusaha membahagiakan kalian. I Love my mam, my dad.

AddThis Social Bookmark Button


Analisis Teori Michael Porter Pada PT Coca Cola  

Sabtu, 20 Maret 2010

      Saat ini persaingan di bidang bisnis di seluruh dunia sudah tidak dapat di prediksi lagi, maka sebelum mendirikan sebuah perusahaan seorang perlu memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari. Untuk melihat prediksi tersebut maka diperlukan strategi dalam pelaksanaannya yang harus di lakukan oleh para Manajer Puncak. Menurut Stephanie K Marrus yang dikutip Sukristono Strategi  adalah sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, di sertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut tercapai.
     Inti dari sebuah Strategi adalah untuk mengatasi para kompetitor. kompetitor tidak hanya berasal dari perusahaan sejenis namun dapat berasal dari luar seperti
  1. Pembeli ( Costumer )
  2. Pemasok ( Supplier )
  3. Barang Pengganti ( Subtitute Produk )
  4. Pendatang Baru ( New Entry )
  5. Kompetitor 
five Forces Governing Competition an Industy M Porter

Menurut Porter jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang ketat perusahaan harus memilikh prinsip bisnis, Harga yang tinggi, Produk dengan biaya yang rendah, dan bukan kedua - duanya. Berdasarkan prinsip tersebut maka Porter Menyatakan ada tiga Strategi Generik yaitu : Differentiation, Overall Cost Leadership dan Fokus. Menurut Porter strategi perusahaan unutk bersaing dalam suatu industri dapat berbeda - beda dan dalam berbagai dimensi, Porter mengemukakan tiga belas dimensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan dalam bersaing, yaitu : Sepesialisasi, Identifikasi Merk,Dorongan Versus Tarikan, Seleksi Saluran, Mutu Produk, Kepeloporan Teknologis, Integrasi Vertikal, Posisi Biaya, Layanan,Kebijakan Harga, Leverage, Hubungan dengan Perusahaan Induk, Hubungan dengan Pemerintah.

Berikut adalah analisis teori Porter pada PT Coca - Cola Bottling Indonesia.
  • Aspek Pembeli
Pembeli ( Konsumen ) dari produk Coca - Cola mencakup segala usia dari anak kecil, remaja, dan orang dewasa. Yang hampir di konsumsi oleh segala usia dan Produk Coca Cola dapat dinikmati di seluruh dunia.
Manajemen Strategi Perusahaan :
  • Pelayanan yang Baik supaya para Pembeli tidak berpaling pada produk yang lain
  • Produk yang berkualitas dengan Harga yang Rendah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan
  • Promosi 
  • Pemberian Hadiah / Mengadakan Kompetisi.
  • Aspek Pemasok
Setiap proses produksi sebuah perusahaan memerlukan sebuah input yang berupa bahan baku, tenaga kerja yang dipasok oleh para Suppliers. oleh karena itu para perusahaan harus mempunyai relasi yang baik pada para suppliers supaya bahan baku dapat tercukupi tepat waktu dan sistem pembayaran yang lebih fleksibel.
Manajemen Strategi Perusahaan:
  • Perusahaan harus mempunyai hubungan yang baik pada para relasi
  • Perusahaan harus tepat waktu dalam waktu pembayran kepada para suppliers
  • Subsitusi
barang subsitusi dari Produk Coca Cola adalah
  • AQua
  • Es Tee
  • Teh Botol Sosro
  • Mizone
  • Ultra Milk
  • Dan Lain - Lain
Manajemn Strategi
  • Peusahaan harus Meyakinkan kepada pelanggan bahwa produk Coca - Cola tetap minuman bersoda no 1 di dunia
  • dan perusahaan mempertahankan kualitas produk supaya para pelanggan tidak berpaling ke produk yang lain
  • Pendatang Baru ( New Entry )
Pendatang baru pada minuman Coca - Cola adalah seperti Mizone, Pocari Sweet, dan lain sebagainya,
Manajemen Startegi :
  • Maka sebaiknya suatau perusahaan harus menerapkan strategi Portee yaitu, Diferensiasi
  • Harga Yang murah dari produk pendatang baru tersebut.
  • Loyalitas Perusahaan Kepada para konsumen
  • Kompetitor
kompetitor dari produk Coca - Cola adalah
  • 7up
  • Mirinda
  • Pepsi
  • Dan Lin - lain.
Manajemen Strategi:
  • Harga Yang terjangkau
  • Kualitas yang lebih baik lagi
  • Inovasi Produk
  • Fokus pada satu produk yaitu minuman bersoda No 1 di Dunia.

Sumber :http://zizima.wordpress.com
             A. Hitt, Michael. Manajemn Strategis.2001
             Umar, Husein. Strategic Management,2003. Jakarta
           

AddThis Social Bookmark Button


Analisis SWOT Pada PT Coca – Cola Indonesia  

Rabu, 10 Maret 2010

A.  PENDAHULUAN

Pada saat ini perkembangan industri di Indonesia sudah semakin maju di tandai dengan banyak munculnya industri – industry baik skala kecil, menengah maupun skala besar. Dan menyebabkan kebutuhan akan barang – barng produksi semakin meningkat. Salah satunya adalah perusahaan minuman.

Salah satu industri yang cukup berkembang di Negara kita adalah Industri minuman, salah satu industri minuman yang dapat diperhtungkan adalah PT Coca – Cola, yang sudah menjangkau di seluruh dunia. Sebelum memulai suatu usaha baik sekala kecil atau besar sebaiknya perusahaan memikirkan untuk jangka kedepannya untuk beberapa tahun kedepan, apakah ada kekuatan dan kelemahan, ancaman dan kesempatan perusahaan atau pesaing lain yang akan masuk ke dalam ancaman perusahaan tersebut. Maka untuk memprediksi atau menilai kondisi tersebut maka di gunakan sebuah analisis yang di kenal dengan analisis SWOT.

B.     PEMBAHASAN

Analisis SWOT adalah Indentifikasi berbagai faktor secara sistematis unutk merumuskan strategi perusahaan. Tujuan dari analisis SWOT itu sendiri adalah dilakukan unutk mengidentifikasi kondisi internal dan ekternal yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang dirancang dapat berjalan dengan efesien dan efektif. Analisis SWOT dapat dilakukan dari dua pihak yaitu pihak Internal dan Eksternal Perusahaan. kedua faktor ini harus di pertimbangkan dalam melakukan analisis SWOT.

Analisis SWOT teridiri dari 4 ( empat ) komponen yang terdiri dari:

1.        Streangth ( S ) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi program pada saat ini di suatu perusahaan.

2.       Weakness ( W ) adalah situasi / kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.

3.       Opportunity ( O ) adalah situasi / kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.

4.      Therat ( T ) adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat menggunakan eksistensi organisasi dai masa akan datang.



Berikut adalah hasil analisis SWOT pada PT Coca- Cola Bottling.

Aspek Kekuatn pada PT Coca-Cola Bottling Indonesia.

ü  SDM yang terlatih

ü  Loyalitas Konsumen Terhadap barnd Coca - Cola

ü  Brand Image

ü  Pertumbuhan Penjualan

ü  Riset dan Development yang Intensif

ü  Harga Produk Yang Kompetitif

ü  Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar

ü  Ramuan yang tidak dimiliki oleh peusahaan lain

ü  Pelayanan terhadap pelanggan atau konsumen

ü  Lokasi pabrik ada di mana termasuk Jakarta, dan Semarang

ü  Memiliki kepedulian terhadap Lingkungan sekitar

ü  Inovasi secara terus menerus

ü  Strategi pemasaran yang baik

ü  System informasi yang baik

ü  Kemasan produk yang menarik

Aspek Kelemahan pada PT Coca – Cola Bottling.

ü  Ketersediaan Bahan Baku

ü  Biaya Produksi yang Tinggi

ü  Ancaman PT Coca- Cola terhadap pesaing Produk The yang Semakin Banyak

ü  Kebijkan Pemerintah

ü  Coca – Cola Tidak menghasilkan Produk Yang Organik

ü  Minuman bersoda tidak baik bagi kesehatan

ü  Sebagai perusahaan beverage memiliki kontrak ekskulisif kepada Pepsi Company

Aspek kesempatan pada PT Coca – cola

ü  Konsumsi minuman berbanding terbalik dengan usia seorang

ü  Teknologi membuat dunia semakin sempit

ü  Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT Coca – Cola

ü  Minuman ringan dapat diperolah di mana saja

ü  Bahan pendukung utama produk coca-cola dapat diganti dengan produk yang lain.

Aspek ancaman pada PT Coca – Cola Bottling

ü  Coca – cola dapat pesain dari Pepsi dan Cadbburry

ü  Ada banyak minuman subsitusi dari produk minuman yang lain

ü  Peningkatan biaya per unit akibat keterbatasan bahan baku.


Sumber : http://blog.unila.ac.id
                   http://salaccaedulis.blogspot.com
                   Freddy Rangkuti


AddThis Social Bookmark Button


Lelah..  

Kamis, 04 Maret 2010

huuuuffffff,,,
        Sepertinya di semester ini adalahsemester yang cukup melelahkan bagi ku, banyak target yang harus segera di capai di semester ini, tapi semua itu harus kulakukan dengan semangat dan ikhlas dalam menjalaninya. Di semester ini aku harus segara menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu dan aku juga harus wisuda di gelombang yang pertama ( Ammmmmiiiieeeenn ), setelah lulus aku juga harus segera mendapatkan pekerjaan di jambi. dan masih bnayk lagi keinginan ku yang ada di dalam hatiku ini yang tidak mungkin bisa ku ceritaka satu persatu, tapi itu merupakan prioritas utama ku, lulus dan dapat pekerjaan yang baik.
Di samping kuliah aku sekarng kerja sebagai asisten lepas perpustakaan di kampus ku,, di semester ini juga perkerjaan cukup banyak karena berbarengan dengan PI ( Penulisan Ilmiah ) dan Skripsi, semoga setelah berkerja seperti ini nantinya aku akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji ayng sesuai juga, ammieen.
        Ingin sekali merebahkan badan sejenak ketika pulang  dari kampus, tapi itu semua tidak bisa kulakukan, karena tugas yang menumpuk dan lain sebaginya lah, aku juga heran kenapa di saat seperti ini dosen banyak sekali yang memberikan tugas, hhhhhuuuuufffffttt, tapi namanya juga kita khan mahasiswa jadi kita harus bisa memanaje waktu kita dunk ( kalau mau gk ada tugas ya jadi anak TK kali ya,, hehhehe... cuma nyayi - nyanyi aj )..pasti kita bisa melewati semua nya. aku harus yakin kalau aku itu bisa.
        uda dulu ah cukup serita nya buat hari ini..sri mau ngelanjuti tugas dan membaringkan badan sejenak. cukup lelah...Cayoooo,,  AKU PASTI BISA...

AddThis Social Bookmark Button


Kedewasaan  

Rabu, 03 Maret 2010

apa sich arti dewasa,,??
kedewasan seseorang merupakan suatu indikator penilain terhadap diri seseorang, kedewasaan bukan di ukur dari usia orang tersebut. Tapi kedewasaan dapat di nilai dari banyak faktor, seperti.
  • Dari cara Berfikir ( orang tersebut dapat berpikir yang positif dan berfikir tetang kedepan apa yang akan di capainya kedepan 
  • Cara Mengatasi suatu Masalah ( orang tersebut dapat menyelesaikan suatu masalha dengan kepala dingin dan merima apapun hasil yang akan dicapai )
  • Cara berbicara ( Seseorang harus dapat menempatkan tata cara berbicara kepada orang lain )
  • Mengahargai Orang Lain ( orang dikatakan dewasa apabila orang tersebut dapat menghargai perbedaan yang ada, dia tidak memaksakan diri seseorang dengan citra dirinya sendiri )
  • Sabar ( seseorang dikatakan dewasa apabila orang tersebut dapat menerimaa kenyataan apa yang sedang dihadapin dirinya sendiri )
  •  Dia Seimbang ( seseorang yang dewasa akan menjalani hidup yang seimbang )

AddThis Social Bookmark Button


Etika Profesi  

Etika adalah sebagai serangkaian prinsip atau nilai - nilai moral.

  • Alasan utama diperlukan tingkat tindakan prosefional yang tinggi oleh setip profesi adalah untuk meyakinkan masyarakat luas, atas kualitas layanan yang diberikan oleh masing - masing profesi tanpa memandang masing - masing individu yang menyediakannya.
  • kode etik profesi AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal pada akuntn publik, tentang perilaku yang harus dilakukan

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips