Jurnal Kebijakan Dividen  

Minggu, 22 Agustus 2010


Analisis Pengaruh ROI, Cash Ratio, DER dan EPS Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008
Sri Sumariyati
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
ABSTRACT
Dividend policy is a management decision whether the profits from the company will be distributed to shareholders or in reinvestasikan back by the management. The determination of dividend policy is influenced by two factors: financial and nonfinancial factors, and this study focuses more on financial aspects that directly describe the condition of a company.
The purpose of this study is, to know the effect of component ROI, Cash Ratio, DER, and EPS on dividend policy that is the House of Representatives simultaneously, and partially and to find out where the most dominant variable affecting the House of Representatives. Sampling in research using non-probability sampling. Analysis tools used in this study is an analysis of multiple regersi (Multiple Linear Regression).
Based on F test shows that the variable ROI, Cash Ratio, DER and EPS significantly influence the House of Representatives, and by using the t test result that is obtained by partial variables that affect the DER is variable, and that berpengruh dominant effect on dividend policy is the DER with contributed for 0308. Variables used in this study support research conducted by Nirwanasari (2007), and denied the research conducted by Risnawati (2008). Based on the theory of Brigham and Houston says that dividends can only be dealt with cash so that cash shortages could limit the distribution of dividends.
Keywords: ROI (Return on Investment), CS (Cash Ratio), DER (Debt to Equty Ratio), EPS (Earning per Share) and DPR (Dividend Payout Ratio).








ABSTRAK
Kebijakan dividen adalah suatu keputusan manajemen apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham atau di reinvestasikan kembali oleh pihak manajemen. Penetapan kebijakan dividen dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor financial dan faktor nonfinancial, dan pada penelitian ini lebih memfokuskan pada aspek financial yang secara langsung menggambarkan keadaan suatu perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengatahui pengaruh komponen ROI, CR, DER, dan EPS terhadap kebijakan dividen yaitu DPR secara simultan, dan secara parsial dan untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan mempengaruhi DPR. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan non probability sampling. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regersi berganda (Multiple Linear Regression).
Berdasarkan Uji F diperoleh hasil bahwa variabel ROI, CR, DER dan EPS berpengaruh secara signifikan terhadap DPR, dan dengan menggunakan Uji t maka di peroleh hasil bahwa variabel yang berpengaruh secara parsial adalah variabel DER, dan yang berpengruh dominan terhadap kebijakan dividen adalah DER dengan menyumbangkan sebesar 0.288%. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Nirwanasari (2007), dan menyangkal penelitian yang dilakukan oleh Risnawati (2008). Berdasarkan teori Brigham dan Houston mengatakan bahwa dividen hanya dapat dibagikan dengan uang kas sehingga kekurangan uang kas dapat membatasi pembagian dividen.
Kata Kunci: ROI (Return on Investment), CS (Cash Ratio), DER (Debt to Equty Ratio), EPS (Earning per Share) dan DPR (Dividen Payout Ratio).


PENDAHULUAN
Didirikan sebuah perusahaan adalah bertujuan untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Keuntungan sebuah perusahaan yang telah dicapai akan disajikan dalam sebuah laporan keuangan yang akan dipublikasikan kepada masyarakat luas. Laporan keuangan yang disajikan berguna untuk melaporkan posisi keuangan perusahaan selama satu periode kepada masyarakat, dimana direksi mempertanggung jawabkan pencatatan jumlah keuntungan yang telah dipublikasikan.
Tujuan dari seorang investor menanamkan modal pada suatu perusahaan adalah untuk memperolah tingkat pengembalian (Return). Pembagian dividen dalam bentuk tunai lebih banyak diinginkan oleh para investor daripada dalam bentuk lainnya, karena pembayaran dividen dalam bentuk tunai akan membantu mengurangi ketidakpastian investor dalam aktivitas investasinya pada sebuah perusahaan. Dividen yang dibayarkan dalam bentuk tunai disebut juga dengan Cash Dividend.
Dividen yang dibayar kepada pemegang saham tergantung kepada kebijakan masing – masing perusahaan sehingga memerlukan pertimbangan yang lebih matang dari pihak manajemen perusahaan. Indikator kebijakan dividen adalah Dividend Payout Ratio dan Dividend Yield. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Dividend Payout Ratio sebagai indikator.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ROI, Cash Ratio, DER, dan EPS secara simultan dan secara parsial terhadap kebijakan dividen perusahaan yaitu DPR, dan untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan berpengaruh terhadap DPR.
KERANGKA TEORITIS
Kebijakan terhadap pembayaran dividen merupakan keputusan yang sangat penting yang melibatkan dua pihak yaitu pihak pertama adalah investor dan pihak kedua adalah perusahaan itu sendiri. Dividen dapat di artikan sebagai pembayaran kepada pihak pemegang saham oleh pihak perusahaan atas keuntungan yang di peroleh perusahaan selama satu periode. Kebijakan dividen merupakan keputusan yang menyangkut penentuan besarnya bagian keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham, yang dihitung dari rasio besarnya laba yang dibagikan sebagai dividen terhadap besarnya laba yang diperoleh (Dividend Payout).
Faktor –faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen dibagi menjdai dua bagian yaitu faktor internal/financial yaitu seperti tingakat laba, kemampuan untuk meminjam, kemampuan untuk membayar hutang, dan faktor eksternal/non financial  yaitu seperti akses ke pasar modal, perturan pajak dan perundangan yang berlaku di suatu negara.
Menurut Sartono, Agus terdapat beberapa teori kebijakan dividen yaitu:
1.      Teori Dividen Adalah tidak Relevan
Modigliani-Miller (MM) berpendapat  bahwa di dalam kondisi bahwa keputusan investasi yang given, pembayaran dividen tidak berpengaruh terhadap kemakmuran pemegang saham. Lebih lanjut lagi MM berpendapat bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earning power dari asset perusahaan. Dengan demikian perusahaan ditentukan oleh keputusan investasi
2.      Teori Bidr-in-the Hand Theory
Salah satu asumsi dalam pendekatan MM ini adalah bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor.
3.      Tax Differential Theory
Teori ini berpendapat bahwa karena dividen cendrung dikenakan pajak yang lebih tinggi daripada capital again, maka investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih tinggi untuk saham dengan dividend yield yang tinggi.
4.      Information Content Hypothesis
Pada teori ini berpendapat berdasarkan kenyataan bahwa manajemen cendrung memiliki informasi yang lebih baik tentang prospek perusahaan dibandingkan dengan investor.
5.      Clientile Effectskepentingan
Terdapat banyak kelompok investor dengan berbagai. Disatu pihak, terdapat investor yang lebih menyukai memperoleh pendapatan saat ini dalam bentuk dividen, dipihak lain terdapat investor yang lebih menyukai untuk menginvestasikan kembali pendapatan mereka karena kelompok investor ini berada dalam tarif pajak cukup tinggi.
Pada penelitian ini menggunakan aspek Financial perusahaan yang meliputi.
1.      Rasio profitabilitas yaitu berguna untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungan dengan penjualan, assets maupun laba bagi modal sendiri, yang diukur dengan menggunakan ROI yang diperoleh dari perbandingan antara laba bersih setelah pajak dan aktiva lancar.
2.      Rasio likuiditas, menunjukan kemampuan untuk membayar kewajiban financial jangka pendek tepat pada waktunya, yang diukur dengan menggunakan Cash Ratio yang diperoleh dari perbandingan antara kas dan setara kas dan kewajiban lancar.
3.      Rasio Leverage/Hutang yaitu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada kreditur yang dapat dihitung dengan menggunakan DER (Debt To  Equity Ratio), yang di peroleh dari perbandingan antara jumlah total hutang dan total ekuitas.
4.      Rasio Nilai Pasar yaitu memberikan suatu indikasi kepada manajemen mengenai apa yang dipikirkan oleh para investor ekuitas tentang kinerja masa lalau perusahaan dan prospek dimasa yang akan datang, yang diukur dengan menggunakan EPS yang diperoleh dari perbandingan antara laba bersih dan jumlah lembar saham.
5.      Rasio dari pembayarn dividen perusahaan adalah DPR yang diperoleh dari perbandingan antara total dividen dan laba bersih perusahaan setelah pajak.
METODELOGI PENELITIAN
Variabel yang di identifikasi pada penelitian ini adalah faktor –faktor financial perusahaan yang meliputi variabel independent ROI, Cash Ratio, DER dan EPS, dan variabel dependent yaitu DPR. Populasi yang di ambil pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan sampel pada yang diambil adalah perusahaan yang membagikan dividen pada para pemegang saham setiap tahunnya selama periode 2006-2008.
Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling yakni metode pengambilan sampel secara non probability sampling yang di ambil tidak secara acak, melainkan berdasarkan kriteria tertentu..
Alat Analisis yang digunakan:
Analisis Model Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi Linear Berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) (Priyatno, 2008:66). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Sedangkan perhitungan dihitungan dengan menggunakan softwear SPSS 17.
Y = a +  +   +  + ………
Y         : DPR (Dividen Payout Ratio)
       : ROI (Return on Investment)
X2       : Cash Ratio
X3       : DER (Debt to Equty Ratio)
X4       : EPS (Earning Pershare)
A      : Konstanta nilai Y apabila  = 0
B  : Nilai Koefisien regresi (nilai peningkatan atau penurunan)
Uji Asumsi Klasik  Regresi
Penjabaran dari uji asumsi klasik regresi adalah sebagai berikut:
1.      Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio.
2.      Uji Asumsi Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi, yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi.

            Keterangan
            d          = Nilai Durbin – Watson
            e          =  Residual
     3.    Uji Multikolinearitas
Uji Multikolineritas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi kalsik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi.
4.   Uji Asumsi Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastistas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastistas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi.
Pengujian Model Regresi dan Koefisien Regresi
1.      Uji F- Test
Uji ini digunakn untuk mengetahui apakah variabel independen  secara besama – sama berpengaruh secara signifikan terhadap  variabel dependen (Y). Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi  variabel dependen atau tidak.
            F Hitung :                          / k
                                    ( 1-  ) / (n – k – 1)
             Keterangan :
                    : Koefisien determinasi
            N         : Jumlah data atau kasus
            k          :Jumlahvariabelindependen
2.    Uji T- Test
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (…. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
T Hitung :          bi      
                                      Sbi  
             Keterangan    
            bi         : Koefisien regresi variabel
            Sbi       :Standar error Variabel
3.      Uji Determinasi
Tingkat ketepatan suatu garis dapat diketahui dari besar kecilnya koefisien determinasi atau koefisien  (R Square). Nilai koefisien R Square dalam analisis regresi dapat digunakan sebagai ukuran menyatakan kesesuaian garis regresi yang diperoleh.

PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Pada penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 perusahaan dengan kriteria perusahaan yang memiliki laba yang tinggi dan membagikan dividen setiap tahun.
1.      Analisis Deskriptif
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat statistik model regresi linier berganda yang bertujuan untuk mencari adanya hubungan atau pengaruh antara variabel indenpendent dan variabel dependent. Secara keseluruhan deskripsi statistik data variabel ROI, Cash Ratio, DER dan EPS, DPR adalah sebagai berikut:

Tabel 1

ststiastk deskriptif.png
2.      Asumsi Dasar Klasik

a.      Uji Normalitas
Tujuan uji Normalitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi variabel dependen, dan variabel independen atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model yang baik adalah data dengan distribusi normal. Berikut adalah gambar distribusi normal.
Gambar 1
ststiastk deskriptif.png
Dari grafik diatas terlihat bahwa titik-titik menyebarkan di sekitar garis diagonal, serta penyebaran mengikuti arah garis diagonal. Sehingga model regersi yang diajukan layak dipakai untuk melakukan penelitian pengaruh ROI, Cash Ratio, DER, dan EPS terhadap DPR.

b.      Uji Autokolerasi
Kondisi autokolerasi bertitik tolak dari adanya gangguan- gangguan pada hubungan antara variabel. Ganguuan tersebut bersifat rambang sehingga sulit untuk di ukur. Cara untuk menguji dilakukan dengan melihat nilai durbin- witson hasil perhitungan di peroleh hasil bahwa niali DW adalah DW berada diantara Du dan 4-Du. Maka 1.611<2.571 maka dapat disimpulkan bahwa pada uji autokolerasi tidak terdapat gejala.

c.       Uji Heteroskedastisitas
Tujuan dari uji ini adalh untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidak samaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari  satu pengamatan ke satu pengamatan yang lain tetap maka disebut dengan homoskedastisitas, dan jika berbedadisebut dengan heteroskedastisitas, dimana dalam satu model regresi yang lebih baik tidak terjadi heteroskedastisitas. Deteksi adanya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat pola grafik dari penyebaran varians residual.









Gambar 2
ststiastk deskriptif.png
Pada grafik diatas maka dapat dilihat bahwa titik menyebar secara acak, tidak membentu suatu pola tertentu dengan jelas. Sehingga dapat disimpulka bawha tidak terjadi gejala heteroskedatisitas pada model regresi, sehingga layak untuk dipakai.

d.      Uji Multikolenearitas
Model yang baik adalah yang terbebas dari masalah multikolenearitas (adanya variabel independen yang saling berhubungan). Untuk melihat ada atau tidaknya gejala multikolenearitas dengan berdasarkan nilai toleranca dan VIF. Multikolenearitas dapat diketahui dengan batasan tolerance diatas 0.10 dan nilai VIF dibawah 10.
Tabel 2
ststiastk deskriptif.png
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tidak terjadi gejala multikolenaritas pada penelitian ini karena nilai VIF pada tabel diatas adalah kurang dari 10.

3.      Analisis Regresi Berganda
Dari pwngolahan data menggunakan program SPSS 17. For windows. Dengan metode regresi linier berganda yang telah dilakukan, diperoleh hasil pada tabel sebagai berikut ini :
Tabel 3
Untitled.png
Dari tabel diatas maka dapr diperoleh persamaan regresi linier berganda:
Y=51.027– 0.686ROI – 0.002Cash Ratio + 0.109DER – 0.08EPS.

4.      Pengujian Hipotesis
a.      Uji Koefisiensi Bersama-sama (Uji F)

Uji Koefisiensi bersama-sama dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17. For windows dan diperoleh hasil pada tabel sebagai berikut ini.
Tabel 4
Untitled.png

Pada tabel diatas maka dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 3.281 dengan tingkat signifikan sebesar 5%, dengan nilai df 1:4 dan df 2: 85 maka diperoleh hasil nilai F tabel sebesar 2.479. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa F Hitung  H Tabel maka ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh antara ROI, Cash Ratio, DER, dan EPS terhadap Kebijakan Dividen yaitu DPR.

b.      Uji Koefisien secara Parsial
(Uji t)
Pada pengujian ini dilakukan untuk mengatahui apakah ada pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Dan dengan demikian akan diperbandingkan masing-masing variabel.
Tabel 5
Untitled.png
dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa nilai dari t hitung adalah sebesar -.826, -.072, 2.931,-1.126, dan diperoleh bahwa nilai t tabel adalah sebesar . Dari lima variabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen yatiu DPR adalah variabel DER.


PENUTUP
Dari hasil analisis diatas maka dapat dirangkum berdasarkan variabel-variabel sebagai berikut :
Variabel ROI (Return on Investment) terhadap DPR
Pengujian pertama dilakukan terhadap variabel ROI, berdasarkan hasil uji t diperoleh hasil bahwa nilai t hitung adalah sebesar -.826 dan nilai t tabel adalah sebesar -1.988 yang berati bahwa nilai -t hitung < t tabel maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima yang artinya tidak terdapat pengaruh signifikan  antara ROI dan DPR. Jika dilihat dari persamaan regresi pada tabel sebelumnay di peroleh hasil bahwa nilai koefisien regresi adalah sebesar -0.686, yang artinya bahwa jika niali ROI mengalami kenaikkan sebesar 1 poin maka nilai DPR akan mengalami penurunan sebesar Rp 0.686. Ini berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara ROI dan DPR pada penelitian ini. Ini terjadi karena pada tahun 2005 negara kita terjadi keniakkan harga BBM ynag masih sangat terasa dampaknya pada negara kita sampai dengan pertengahan tahun 2006. Yang menyebabkan beberapa harga dari bahan industi mengalami kenaikkan.
Variabel Cash Ratio Terhadap DPR
Pengujian kedua dilakukan terhadap variabel cash ratio. Dari perhitungan t hitung diperoleh bahwa nilai t hitung adalah sebesar -0.072 dan nilai t tabel adalah sebesar -1.988 yang berati bahwa HO diterima yang artinya bahwa nilai Cash Rati tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen yaitu DPR. Dan pada persamaan regersi diperoleh koefisien adalah sebesar -0.002 yang berarti bahwa setiap kenaikkan nilai cash ratio sebesar satu poin maka nilai DPR akan mengalami penurunan sebesar Rp 0.002, dan berati bahwa terjadi hubungan yang negatif antara Cash Ratio terhadap Dividen payout Ratio.
Variabel DER (Dividen Payout Ratio) terhadap DPR (Dividen Payout Ratio)
Pada pengujian yang ketiga dilakukan terhadap varaiebl DER (Dividen Payout Ratio) pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai t hitung diperoleh sebesar 2.931 dan nilai t tabel adalah sebesar 1.988 yang artinya bahwa t hitung > t tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak yang artinya bahwa terdapat hubungan antara DER dan DPR pada penelitian ini. Pada koefisien regresi berganda di peroleh hasil bahwa nilai DER adalah sebesar 0.109 yang berati bahwa apabila DER naik sebesar satu poin maka nilai DPR akan mengalami kenaikkan sebesar Rp 0.109, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif antara DER terhadap DPR. Ini terjadi karena  pada tahun 2007 akhir negara kita terkena dampak dari krisis subprime mortgage yang sedang melanda Amerika Serikat, yang secara tidak langsung berdamapak pada negara kita. Dan pada akhirnya menyebabkan beberapa perusahaan yang kekurangan modal melakukan pinjaman dana pada pihak ketiga yaitu bank dan lembaga keuangan lainnya.
Variabel EPS (Earning Per Share) terhadap DPR (Dividen Payout Ratio)
Pengujian yang keempat dilakukan pada variabel EPS sebagai proksi dari kebijakan dividen. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa nilai t hitung adalah sebesar -1.126 dan nilai t tabel adalah sebesar -1.988 yang berati bahwa nilai t hitung > dari t tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel EPS terhadap DPR. Pada persamaan regresi linier berganda diperoleh bahwa nilai koefisien EPS adalah sebesar -0.008 yang berarti bahwa apabila nilai EPS mengalami kenaikkan sebesar satu poin maka nilai DPR akan mengalami penurunan sebesar Rp 0.008, yang berati bahwa terjadi hubungan negatif antara EPS dan DPR. Hal ini di mungkinkan karena tidak selamanya perusahaan yang memperoleh laba akan memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. Salah satu alasannya adalah konsep laba itu sendiri.


Maka dapat disimpulkan bahwa dari keempat variabel yang diteliti pada penelitian ini hanya variabel DER yang berpengaruh Positif terhadap kebijakan divdien perusahaan periode 2006-2008.
Uji Determinasi
Uji determinasi digunakan untuk mengatahui variabel mana bebas mana yang memiliki pengaruh paling dominan dalam suatu model regresi linier, maka digunakan koefisien beta berikut pada tabel dibawah ini.
Tabel 6
Untitled.png
Pada tabel di atas maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien beta atas variabel diatas adalah sebesar – 0.086 variabel ROI, -0.007 variabel cash ratio, 0.308 variabel DER, dan 0.114 variabel EPS. Dan dari keempat variabel independen diatas maka variabel yang sangat berpengaruh terhadap kebijkan dividen adalah DER (Dividen Payout Ratio) yaitu sebesar 0.308.



DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. 2000. Intermedite Accounting. Edisi ketujuh. Yogyakarta: BPFE.
Brigham, Eugene F., dan Joel F Houston. 1998. Financial Management. Jilid Dua.                         Edisi Kedelapan. Terjemahan oleh Herman Wibowo. 2001. Jakarta: Erlangga.
Darmadji Tjiptono., dan Fakhruddin Hendy M. 2006. Pasar Modal di Indonesia. Jakarta: Salemba empat.
Dyckman., Thomas Roland E Dukes, dan Charles J Davis. 1996. Akuntansi Intermedite. Jilid Dua. Edisi Ketiga. Terjemahan oleh Herman Wibowo 2001, Jakarta: Erlangga.
Hakim, Fahri Rahman. 2007. Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Rasio Pembayaran Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Membagikan Dividend yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta 2003-2005. Semarang: Universitas Negeri Semarang. http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASHafde/c3531773.dir/doc.pdf (Diakses tanggal 13 April 2010).
Henderson, Glenn V, Gary L. Trennepohi, dan James E Wert. 1984. Accounting Introduction to Financial Management. Massachusetts. Addison-Wesley Publishing Company.
Kamaruddin, Ahmad. 1996. Dasar-dasar Manajemen Investasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Keown, Arthur J., Jhon D Martin and David F Scott,Jr. 2003. Financial Management 10 Edition. Usa: Prentice Hall.
Lawrence. 2003. Fundamental of Investing. New York: Harper Collins College Publishers.
Lestanti, Niken Tyas. 2007. Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas, Hutang dan Likuiditas terhadap kebijakan Dividen perusahaan. Skripsi (tidak di terbitkan). Depok: Universitas Indonesia.
Munawir, S. 2002. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta: Liberty.
Nirwanasari, Siswi, 2007. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Dividen Payout Ratio pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta 2002-2004, Skripsi, Program studi akuntansi, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. http://rac.uii.ac.id/server/document/Public/2009040608385199312066.pdf (Diakses tanggal 13 April 2010)
Palepo, Khrisnag., Paul M. Healy., and Victor L Bernard. 2004. Business Analysis dan Valvation 3. USA : Thomson South-Western.
Prihantoro. 2003. Estimasi Pengaruh Dividen Payout Ratio Pada perusahaan Publik di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Bisnis No1;Jilid 8.
Priyatno, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS(Statistical Product and Service Solution) Untuk analisis Data & Uji Statistik). Yogyakarta: Media Kom.
R, Gunawan Sudarmanto. 2003. Analisis Regresi Linier Ganda Dengan SPSS. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sartono, R Agus. 2001. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi). Edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE.
Sawir, Agnes. 2004. Kebijakan Pendanaan dan Restrukturisasi Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sunarto., dan Andi Kartika. 2003. Analisis Faktor yang mempengaruhi Dividen Kas           di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 10.No 1:67-82.
Wahana, Bagus Pandu. 2009. Pengaruh Earning Per Share, Current Ratio, Total Asset, Turnover dan Debt Ratio Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi (tidak diterbitkan). Depok: Universitas Gunadarma.
Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jilid satu. Malang: Bayumedia.
Widayasa. 2007. Analisis Faktor- Faktor yang memperngaruhi kebijakan pembagain Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Go Publik di BEJ. Sripsi (tidak di terbitkan). Depok: Universitas Indonesia, Program Studi Magister Akuntansi.


AddThis Social Bookmark Button


0 komentar: to “ Jurnal Kebijakan Dividen

 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips