Pada suatu perusahaan atau produk tidak selalu memiliki kelebihan saja.Perusahaan pasti memiliki kekurangan dan setiap kekurang tersebut dapat ditutupin dengan kelebihan yang dimiliki oleh produk tersebut. salah satunya adalah PT Coca - Cola Bottling Indonesia produk minuman bersoda ini memiliki kebihan dan kekurangan di antaranya adalah:
Kelebihan dari PT Coca- Cola :
SDM ynag besar dan terlatih
Segmentasi pasar ( hanya memproduksi minuman bersoda )
Harga produk yang komputitif
Keadaan distribusi dan pangsa pasar
Loyalitas konsumen terhadap produk Coca- Cola
Brand Image
Pertumbuhan penjualan
Keadaan distribusi dan pangsa pasar
Riset dan sevelopment yang Intensif
Kelemahan dari PT Coca-Cola :
Ketersediaan bahan baku
Biaya produksi yang tinggi
Ancaman PT Coca - Cola terhadap pesaing produk Teh
Apa sich arti dari pemanasan global ( Global Warming ) ???
Pemanasan global atau yang sering kita kenal dengan sebutan global warming pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperature global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca ( Green House Effect ) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas seperti karbondioksida ( Co2 ), matana ( CH4 ) dinitroksida ( N2O ) dan CFC sehingga matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Kenaikan temperature global yang terjadi kisaran 1,5 – 4,0 Celcius pada akhir abad 21 nanti.
Pemanasan global ini terjadi semenjak revolusi industri, yang membutuhkan energi untuk menjalankan mesin terus meningkatkan beberapa jenis energi, seperti energi yang dibutuhkan untuk memakan makanan yang kita makan,energi untuk menjalankan mobil, untuk penerangan, dan pendingin ruangan peralatan tersebut digunakan dengan menggunakan energi yang berbahan dasar seperti batubara, minyak bumi yang terjadi karena pembusukan fosil mahluk hidup. Pembakaran bahan bakar fosil tersebut dalam proses pembuatan minyak bumi dan batubara tersebut akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir.
Kapan kita melepaskan gas rumah kaca ke atmosif tersebut.
Pada saat kita melakukan aktifitas yang banyak mengeluarkan energi, seperti
üSaat kita menonton TV
üSaat kita memasang AC rumah.
üPada saat kita menyalakan lampu
üPada saat kita mengendara mobil dll.
Setiap kita melakukan kegiatan tersebut, kita membutuhkan tenaga listrik yang dihasilkan melalui pembangkit listrik, yang sebagian besar menggunakan batu bara dan minyak bumi. Disaat kita melakukan kegiatan tersebut berarti kita ikut menyumbangkan hal yang negative ke bumi kita yaitu melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir bumi.
Visi dan misi merupakan bagian yang ada cerminan apa yang dicari oleh perusahaan untuk mencapai serta bagaimana mencapai hal tersebut semua memberikan arahan untuk memastikan bahwa mereka yang ada di dalamnya bekerja untuk tujuan yang sama.
1.Vision :
ØPeople : Being a great place to work where people are inspired to be the best they can be.
ØPlanet : Being a Responsible a global citizen that makes a difference.
ØPortofolio : Bringing to the world a portofolio of beverage brands that anticipate and satisty people desires and needs.
ØPartners : Maximizing return to share owners while being mindful of out over all responsibilities.
2.Mission
We will reinvigorate growth for our Company, and we will inspire our people. Likewise, our strategy is simple: We will accomplish our goals by building a portfolio of branded beverages, anchored in our icon, Coca-Cola®, and by enabling superior market execution globally and locally - aligning and leveraging the power of our global network. We are guided by shared Values that we will live by as a company as individual.
·Leadership : “ the courage to shape a better future “
·Passion : “ Committed in heart and Mind “
·Integrity : “ Be Real “
·Accountability : “ IF it is the it is up to me “
·Collaboration : “ Leverage Collective Genius “
·Innovation : “ Seek, imagine, create “
·Quality : “ What We do, We do well “
Tujuan Perusahaan : Menjadikan perusahaan minuman bersoda no satu di dunia.
Dari Visi di atas maka dapat di simpulkan bahwa visi tersebut termasuk dalam visi strategis perusahaan. Di dalam visi tersebut di cantumkan visi perusahaan untuk jangka panjang perusahaan
penyataan misi da[at menjawab pertanyaan Visi pada perusahaan Coca- cola .
pendidikan merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi perkembangan sebuah bangsa. Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia telah menimbulkan suatu kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang terjangkau dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) didirikan oleh PT. Coca-Cola Indonesia dan PT Coca-Cola Bottling Indonesia pada bulan Agustus tahun 2000, dengan tekad meningkatkan pendidikan dan kualitas sumber daya masyarakat Indonesia, demi terlaksananya kesejahteraan sosial dan pengembangan masyarakat.
Buku Pintu merupakan hasil karya dari seorang penulis yang bernama Fira Basuki. Sebelumnya Fira telah menerbitkan buku yang berjudul Jendela – Jendela. Dan sebelum menulis novel beliau pernah menjuarai berbagai lomba menulis yang diselenggarai oleh berbagi instasi dan majalah – majalah.
Pintu suatu buku yang menceritakan seorang mahasiswa yang kuliah di sebuah universitas di Chicago, yang berasal dari keluarga keturunana jawa yang masih percaya akanhal mistik. Pria tersebut bernama DJati Suryo Wibowo yang sering di panggil dengan nama “ mas Bowo / Bo, B “. Bowo sejak lahir memiliki indra keenam / mata tiga ( mempunyai kemampuan untuk melihat mahluk yang tidak kasat mata ). Bowo lahir di Surabaya dan besar di kota Jakarta. Bowo sejak lahir sampai SMP selalu di temanin oleh Jaliteng ( yaitu jin kecil ) yang hanya dapat dilihat oleh Bowo. Bowo memiliki seorang adik perempuan yang bernama June. Bowo sangat dekat sekali dengan Yangti ( Eyang Putri ), dan iya pun selalu cerita tentang apapun yang terjadi dengan diri nya.
Sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah Bowo tinggal di Jakarta. Setelah lulus SMU bowo di terima disebuah universitas terkemuka di kota Bandung yaitu di ITB semenjak itu pun bowo hijarah ke Bandung untuk menuntut ilmu di kota hujan tersebut. Suatu ketika bowo tersandung masalah yaitu masalah “ meninggalnya seniornya yang mana dimalam sebelumnya Bowo berkelahi dengan senior tersebut “, karena masalah tersebut Bowo harus pulang ke Jakarta untuk menghilangkan jejak, tapi ternyata yang membunuh senior tersebut bukanlah Bowo melainkan si Udel tukang sate Madura yang termasuk teman Bowo juga. Karena masalah tersebut Bowo akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah di ITB dan hijarah ke Amerika tepatnya di Chicago untuk menuntut ilmu di sana.
Sebelum berangkat ke Chicago bowo telah menjalin hubungan dengan salah seorang teman june yang bernama Putri ( seorang wanita Jawa yang lembut, dan baik hati ). Semulanya hubungan itu berjalan mulus walaupun mereka jarak jauh yang hanya berhubungan via surat/ telpon saat itu. Sampai saatnya cinta yang mereka jalani selama ini putus di tengah jalan karena pihak ketiga, yaitu seorang wanita Indonesia yang sekolah di Chicago yang bernama Erna, namun kisah cinta Bowo dan Erna tidak berjalan lama karena pada saat itu bowo hanya di pelet oleh Erna. Setelah berpacaran dengan Erna si Bo juga menjalani hubungan dengan seorang wanita bule yang cantik luar biasa yang kulia di universitas yang sama oleh Bo yang bernama Paris ( namun telah memiliki suami )cintanya pun tidak bertahan lama karena Paris meninggal karena di aniaya oleh suami nya.
Sampai pada akhirnya Bowo menyelesiakan kuliahnya di Chicago dan dia pun kembali ke Jakarta tanpa seorang kekasih dan akhirnya Bowo menikahi seorang wanita yang mana teman ia dulu sewaktu masih sekolah di SMU.
Madu, cairan ajaib ini memiliki banyak sekali khasiat untuk kesehatan tubuh kita. Namun ternyata sejak jaman dulu, madu sudah digunakan untuk kecantikan. Mau tahu kegunaan madu untuk apa saja? Ini di antaranya;
Sebagai Kondisioner Rambut
Pijatkan satu sendok makan madu murni ke rambut yang lembap usai dibersihkan dengan shampo, biarkan beberapa saat, lalu bilas dengan air hangat. Madu adalah pelembap alami, artinya, ia bisa menarik dan menahan kelembapan pada rambut Anda.
Pengganti Sabun Berendam
Anda suka berendam? Cobalah sesekali menggunakan madu untuk menambahkan kelembapan pada kulit Anda. Caranya; campurkan satu gelas air, setengah cangkir madu murni, dan setengah cangkir sabun berendam, campurkan ke dalam bak berisi air hangat untuk berendam.
Sebagai Masker Wajah
Madu murni sangat cocok untuk mengatasi masalah jerawat atau kulit kering. Oleskan pada kulit wajah yang sudah dibersihkan, biarkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air hangat. Madu merupakan antioksidan yang tinggi, juga memiliki bahan antibakteri, sehingga baik untuk membantu atasi jerawat.
Untuk Scrub Bibir
Untuk membantu mengangkat kulit mati pada bibir, Anda bisa gunakan campuran sedikit madu dengan gula. Lalu gosokkan pada bibir secara perlahan sebagai scrub.
Salah satu bagian tubuh yang dapat menjunjang penampilan Anda adalah wajah. Dengan wajah yang bersih dan segar, Anda pun akan lebih percaya diri. ada banyak cara untuk menjaga kesegaran wajah, salah satunya dengan memanfaatkan kandungan vitamin pada buah-buahan.
Permaslahan pada wajah pun tergandung dengan jenis kulitnya. Ada yang berminyak, dengan ciri-ciri keluarnya minyak terus-menerus pada wajah di sekitar dahi, hidung, dagu (istilah daerah "T"), dan pipi di bagian bawah tulang pipi. Pada umumnya, kulit wajah jenis ini mudah ditumbuhi jerawat. Untuk tipe ini, maka buah mentimun dapat membantu mengatasinya. Buah ini berkhasiat menghaluskan dan melemaskan kulit, membantu meringankan pori-pori, serta mengeluarkan kotoran dari kulit. Dengan demikian timbulnya jerawat pun dapat dicegah. Selain mentimun, buah tomat juga dapat membantu mengembalikan keseimbangan minyak pada kulit berminyak, sehingga wajah selalu segar dan alami.
Jenis kulit wajah yang kedua adalah jenis kulit kering. Biasanya kulit terlihat kusam atau tidak mengilap, kadang terasa menegang (tertarik), bersisik, dan terasa gatal. Keadaan pori-pori kuit sering tampak layu dan kasar, serta keriput, sehingga terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. Buah yang baik untuk dikonsumsi bagi kulit wajah jenis ini dalah wortel*. Vitamin A dalam wortel diperlukan untuk pemeliharaan jaringan epitel (Jaringan yang ada dipermukaan kulit). Pada wortel juga terdapat karoten yang berfungsi menjaga kelembapan kulit, memperlambat timbulnya kerutan pada wajah, dan membuat wajah tampak selalu berseri. Selain itu, buah nanas juga dapat menjadi alternatif Anda. Sebab, buah ini mengandung zat yang berfungsi meringkaskan pori-pori sehingga kulit tampak halus.
Lain lagi halnya dengan jenis kulit normal. Di antara dua jenis kulit tadi, yang paling ideal adalah jenis kulit normal. Kulit jenis ini tidak berminyak dan juga tidak kering. Selain itu, teksturnya halus dan jika disentuh terasa lembut. Untuk kulit wajah jenis ini, buah alpukat dapat menjadi pilihan Anda. Masker alpukat dapat membantu merawat jenis kulit wajah normal. Sebab, kadar lemaknya yang tinggi dapat melembapkan kulit dan melindungi kulit dari pengaruh sinar matahari.
* Wortel dapat dikonsumsi dengan cara menjus wortel mentah atau direbus
(tips merebus sayuran: agar vitamin dalam sayuran tetap terjamin, maka sebelum memasukan sayuran, air rebusan diberi garam secukupnya dan sedikit gula; gula berguna untuk menjaga agar vitamin-vitamin yang ada dalam sayuran tetap terjaga dan tidak terbuang dengan air rebusan.)
Corporate governance merupakan tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara berbagai partisipan dalam perusahaan yang menentukan arah kinerja perusahaan. Isu mengenai corporate governance mulai mengemuka, khususnya di Indonesia pada tahun 1998 ketika Indonesia mengalami krisis yang berkepanjangan. Banyak pihak yang mengatakan lamanya proses perbaikan di Indonesia disebabkan oleh sangat lemahnya corporate governance yang diterapkan dalam perusahaan di Indonesia. Sejak saat itu, baik pemerintah maupun investor mulai memberikan perhatian yang cukup signifikan dalam praktek corporate governance.
Riset The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), 2002, menemukan bahwa alasan utama perusahaan menerapkan GCG adalah kepatuhan terhadap peraturan. Perusahaan meyakini bahwa implementasi GCG merupakan bentuk lain penegakan etika bisnis dan etika kerja yang sudah lama menjadi komitmen perusahaan, dan implementasi GCG berhubungan dengan peningkatan citra perusahaan. Perusahaan yang mempraktikkan GCG, akan mengalami perbaikan citra, dan peningkatan nilai perusahaan. Maka dalam penelitian ini akan dianalisis, apakah praktik corporate governance dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
TEORI
2.1 Landasan Teori
Good corporate governance (GCG) menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) adalah salah satu pilar dari sistem ekonomi pasar. Corporate governance berkaitan erat dengan kepercayaan baik terhadap perusahaan yang melaksanakannya maupun terhadap iklim usaha di suatu negara. Corporate governance didefinisikan oleh Monks dan Minow dalam Darmawati (2005) adalah sebagai hubungan partisipan dalam menentukan arah dan kinerja. Corporate governance didefinisikan oleh IICG (Indonesian instituteof Corporate Governance) sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan, dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain.
Prinsipprinsip utama dari good corporate governance yang menjadi indikator, sebagaimana ditawarkan oleh Organization for Economic Cooperation andDevelopment (OECD) adalah :
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik sampling dengan menggunakan pertimbangan dan batasan tertentu sehingga sampel yang dipilih relevan dengan tujuan penelitian. Peneliti menetapkan kriteria pemilihan sampel yang akan diteliti adalah : Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2001, 2002, 2003, 2004 dan 2005, yang masuk dalam pemeringkatan penerapan corporate governance yang dilakukan oleh The Indonesian Institute forCorporate Governance (IICG).
PEMBAHASAN
Penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh corporate governance terhadap kinerja perusahaan sebagai variabel dependen (bebas) adalah ROE dan Tobin’s Q dan Corporate Governance Perception Index (CGPI) sebagai variableindependen. Dalam penelitian ini juga memasukkan variabel kontrol growth, size dan komposisi aktiva.
üPengujian Pengaruh Corporate Governance terhadap Return on Equtity (ROE)
Hipotesis pertama menyatakan bahwa Corporate Governance berpengaruh positif terhadap return on equity (ROE). Kriteria pengujianyang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis (Ha1) diatasadalah: nilai p-value<0.05 maka Ha1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0.091 > 0.05, sehingga corporate governance gagal diterima atau Ha1 ditolak dan H01 diterima. Artinya corporate governance tidak berpengaruh secara positif terhadap return on equity (ROE) sebagai ukuran kinerja operasional perusahaan.
Penelitian ini memasukkan variabel kontrol untuk mengakui bahwa corporate governance mempunyai keterikatan dengan beberapa faktor yang meliputi asset, growth dan size. Asset yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktiva tetap karena aktiva tetap mudah dimonitor dan sulit untuk dicuri. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa p-value asset sebesar 0.008 < 0.05 yang berarti bahwa asset berpengaruh positif terhadap corporate governance.
Growth menunjukkan p-value sebesar 0.798 > 0.05 yang berarti bahwa growth tidak berpengaruh terhadap corporate governance. growth tidak berpengaruh terhadap corporate governance dikarenakan perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh tinggi pada umumnya membutuhkan dana eksternal untuk melakukan ekspansi, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan perbaikan dalam penerapan corporate governance dalam rangka untuk menurunkan biaya.
Size menunjukkan p-value sebesar 0.009 < 0.05 yang berarti bahwa size berpengaruh terhadap corporate governance. Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan tidak adanya pengaruh langsung penerapan corporate governance terhadap kinerja operasional perusahaan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja
operasional perusahaan secara statistik tidak didukung.
üPengujian Pengaruh Corporate Governance Terhadap Tobin’s Q
Hipotesis kedua menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap Tobin’s Q. Kriteria pengujian yangdigunakan untuk menerima atau menolak hipotesis (Ha2) diatas adalah:nilai p-value<0.05 maka Ha2 diterima. Hasil penelitian menunjukkan p-value dengan arah positif sebesar 0.029 < 0.05, sehingga corporate governance diterima atau Ha2 diterima dan H02 ditolak. Artinya corporate governance berpengaruh secara positif terhadap Tobin’s Q.
Penelitian ini memasukkan variabel kontrol untuk mengakui bahwa corporate governance mempunyai keterikatan dengan beberapa faktor yang meliputi asset, growth dan size. Asset yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktiva tetap karena aktiva tetap mudah dimonitor dan sulit untuk dicuri. Variabel kontrol asset menunjukkan p-value sebesar 0.67 > 0.05, artinya aktiva tetap sebagai proksi asset tidak berpengaruh terhadap corporate governance.
Growth menunjukkan p-value sebesar 0.000 < 0.05 yang berarti bahwa growth berpengaruh terhadap corporate governance. Hal ini sejalan dengan teori dasar yang menyatakan bahwa nilai Tobin’s Q lebih tinggi untuk perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh tinggi Hal ini disebabkan karena adanya asosiasi corporate governance dengan kinerja. Size menunjukkan p-value sebesar 0.042 < 0.05 yang berarti bahwa bahwa size berpengaruh terhadap corporate governance. Sesuai dengan teori dasar bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap corporate governance masih belum jelas arahnya karena perusahaan besar lebih sulit untuk dimonitor sehingga membutuhkan corporate governance yang lebih baik. Di sisi lain, perusahaan kecil bisa memiliki kesempatan tumbuh tinggi, sehingga membutuhkan dana eksternal dan membutuhkan mekanisme corporate governance yang lebih baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa corporate governance mempengaruhi Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan.Dengan demikian Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaanberpengaruh dengan besar dan kecilnya corporate governance yangtercermin dalam skor pemeringkatan corporate governance persepsi indeks (CGPI) dengan arah positif yang berarti bahwa semakin besarperusahaan maka semakin besar pula kemungkinan diterapkannya Tobin’sQ sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwakemungkinan perusahaan besar juga menerapkan Tobin’s Q sebagaiukuran kinerja pasar perusahaan.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa hipotesisis kedua penelitian ini dapat diterima kebenarannya bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Hal ini terjadi karena semakin besar nilai pasar asset perusahaan dibandingkan dengan nilai buku asset perusahaan sehingga semakin besar pula kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, dan perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat.
PENUTUP
Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini
1.Hipotesis pertama menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap return on equity sebagai kinerja operasional perusahaan. Hasil pengujian pertama menunjukkan nilai p-value sebesar 0.091 > 0.05 yang berarti bahwa corporate governance tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional perusahaan. Hal ini kemungkinan disebabkan rendahnya kesadaran emiten menerapkan GCG, Manajemen perusahaan belum tertarik manfaat jangka panjang penerapan GCG karena Mereka merasa dapat berjalan tanpa GCG, Manajemen perusahaan belum melihat adanya dampak finansial secara langsung, Masalah kepemilikan yang sebagian masih terkonsentrasi pada perorangan atau keluarga pendiri dan unsur budaya yang berkembang dilingkungan usaha nasional belum menunjang perkembangan penerapan GCG karena perusahaan masih beranggapan bahwa transparansi berarti mebuka rahasia dagang dan bisa mengancam daya saing.
2.Hipotesis kedua menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap Tobin’s Q sebagai nilai kinerja pasar perusahaan. Hasil hipotesis kedua menunjukkan nilai p-value sebesar 0.029<0.05 yang berarti bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap nilai kinerja pasar perusahaan. Nilai pasar perusahaan diukur dengan menggunakan Tobin’s Q yaitu perbandingan antara nilai pasar perusahaan dengan nilai buku total aktiva. Hal ini sejalan dengan teori dasar yang menyatakan bahwa semakin besar nilai pasar asset perusahaan dibandingkan dengan nilai buku asset perusahaan sehingga semakin besar pula kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, dan perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat