GCG ( Good Corporate Governance )  

Senin, 09 November 2009


Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Perusahaan di Indonesia
Diah Kusuma Wardani
2008
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Corporate governance merupakan tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara berbagai partisipan dalam perusahaan yang menentukan arah kinerja perusahaan. Isu mengenai corporate governance mulai mengemuka, khususnya di Indonesia pada tahun 1998 ketika Indonesia mengalami krisis yang berkepanjangan. Banyak pihak yang mengatakan lamanya proses perbaikan di Indonesia disebabkan oleh sangat lemahnya corporate governance yang diterapkan dalam perusahaan di Indonesia. Sejak saat itu, baik pemerintah maupun investor mulai memberikan perhatian yang cukup signifikan dalam praktek corporate governance.
Riset The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), 2002, menemukan bahwa alasan utama perusahaan menerapkan GCG adalah kepatuhan terhadap peraturan. Perusahaan meyakini bahwa implementasi GCG merupakan bentuk lain penegakan etika bisnis dan etika kerja yang sudah lama menjadi komitmen perusahaan, dan implementasi GCG berhubungan dengan peningkatan citra perusahaan. Perusahaan yang mempraktikkan GCG, akan mengalami perbaikan citra, dan peningkatan nilai perusahaan. Maka dalam penelitian ini akan dianalisis, apakah praktik corporate governance dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

TEORI
2.1 Landasan Teori
Good corporate governance (GCG) menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) adalah salah satu pilar dari sistem ekonomi pasar. Corporate governance berkaitan erat dengan kepercayaan baik terhadap perusahaan yang melaksanakannya maupun terhadap iklim usaha di suatu negara. Corporate governance didefinisikan oleh Monks dan Minow dalam Darmawati (2005) adalah sebagai hubungan partisipan dalam menentukan arah dan kinerja. Corporate governance didefinisikan oleh IICG (Indonesian institute of Corporate Governance) sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan, dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain.
Prinsipprinsip utama dari good corporate governance yang menjadi indikator, sebagaimana ditawarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah :
1.      Disclosure/Transparency (Keterbukaan/Transparansi)
2.      Accountability (Akuntabilitas)
3.      Responsibility (Responsibilitas)
4.      Independency (Independen)
5.      Fairness (Keadilan)

METODOLOGI
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik sampling dengan menggunakan pertimbangan dan batasan tertentu sehingga sampel yang dipilih relevan dengan tujuan penelitian. Peneliti menetapkan kriteria pemilihan sampel yang akan diteliti adalah : Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2001, 2002, 2003, 2004 dan 2005, yang masuk dalam pemeringkatan penerapan corporate governance yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).

PEMBAHASAN
Penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh corporate governance terhadap kinerja perusahaan sebagai variabel dependen (bebas) adalah ROE dan Tobin’s Q dan Corporate Governance Perception Index (CGPI) sebagai variable independen. Dalam penelitian ini juga memasukkan variabel kontrol growth, size dan komposisi aktiva.

ü      Pengujian Pengaruh Corporate Governance terhadap Return on Equtity (ROE)

Hipotesis pertama menyatakan bahwa Corporate Governance berpengaruh positif terhadap return on equity (ROE). Kriteria pengujian yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis (Ha1) diatas adalah: nilai p-value<0.05 maka Ha1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0.091 > 0.05, sehingga corporate governance gagal diterima atau Ha1 ditolak dan H01 diterima. Artinya corporate governance tidak berpengaruh secara positif terhadap return on equity (ROE) sebagai ukuran kinerja operasional perusahaan.
Penelitian ini memasukkan variabel kontrol untuk mengakui bahwa corporate governance mempunyai keterikatan dengan beberapa faktor yang meliputi asset, growth dan size. Asset yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktiva tetap karena aktiva tetap mudah dimonitor dan sulit untuk dicuri. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa p-value asset sebesar 0.008 < 0.05 yang berarti bahwa asset berpengaruh positif terhadap corporate governance.
Growth menunjukkan p-value sebesar 0.798 > 0.05 yang berarti bahwa growth tidak berpengaruh terhadap corporate governance. growth tidak berpengaruh terhadap corporate governance dikarenakan perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh tinggi pada umumnya membutuhkan dana eksternal untuk melakukan ekspansi, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan perbaikan dalam penerapan corporate governance dalam rangka untuk menurunkan biaya.           
Size menunjukkan p-value sebesar 0.009 < 0.05 yang berarti bahwa size berpengaruh terhadap corporate governance. Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan tidak adanya pengaruh langsung penerapan corporate governance terhadap kinerja operasional perusahaan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja
operasional perusahaan secara statistik tidak didukung.

ü      Pengujian Pengaruh Corporate Governance Terhadap Tobin’s Q
Hipotesis kedua menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap Tobin’s Q. Kriteria pengujian yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis (Ha2) diatas adalah: nilai p-value<0.05 maka Ha2 diterima. Hasil penelitian menunjukkan p-value dengan arah positif sebesar 0.029 < 0.05, sehingga corporate governance diterima atau Ha2 diterima dan H02 ditolak. Artinya corporate governance berpengaruh secara positif terhadap Tobin’s Q.
Penelitian ini memasukkan variabel kontrol untuk mengakui bahwa corporate governance mempunyai keterikatan dengan beberapa faktor yang meliputi asset, growth dan size. Asset yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktiva tetap karena aktiva tetap mudah dimonitor dan sulit untuk dicuri. Variabel kontrol asset menunjukkan p-value sebesar 0.67 > 0.05, artinya aktiva tetap sebagai proksi asset tidak berpengaruh terhadap corporate governance.
Growth menunjukkan p-value sebesar 0.000 < 0.05 yang berarti bahwa growth berpengaruh terhadap corporate governance. Hal ini sejalan dengan teori dasar yang menyatakan bahwa nilai Tobin’s Q lebih tinggi untuk perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh tinggi Hal ini disebabkan karena adanya asosiasi corporate governance dengan kinerja. Size menunjukkan p-value sebesar 0.042 < 0.05 yang berarti bahwa bahwa size berpengaruh terhadap corporate governance. Sesuai dengan teori dasar bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap corporate governance masih belum jelas arahnya karena perusahaan besar lebih sulit untuk dimonitor sehingga membutuhkan corporate governance yang lebih baik. Di sisi lain, perusahaan kecil bisa memiliki kesempatan tumbuh tinggi, sehingga membutuhkan dana eksternal dan membutuhkan mekanisme corporate governance yang lebih baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa corporate governance mempengaruhi Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan. Dengan demikian Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan berpengaruh dengan besar dan kecilnya corporate governance yang tercermin dalam skor pemeringkatan corporate governance persepsi indeks (CGPI) dengan arah positif yang berarti bahwa semakin besar perusahaan maka semakin besar pula kemungkinan diterapkannya Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan perusahaan besar juga menerapkan Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar perusahaan.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa hipotesisis kedua penelitian ini dapat diterima kebenarannya bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Hal ini terjadi karena semakin besar nilai pasar asset perusahaan dibandingkan dengan nilai buku asset perusahaan sehingga semakin besar pula kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, dan perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat.

PENUTUP
Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini
1.      Hipotesis pertama menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap return on equity sebagai kinerja operasional perusahaan. Hasil pengujian pertama menunjukkan nilai p-value sebesar 0.091 > 0.05 yang berarti bahwa corporate governance tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional perusahaan. Hal ini kemungkinan disebabkan rendahnya kesadaran emiten menerapkan GCG, Manajemen perusahaan belum tertarik manfaat jangka panjang penerapan GCG karena Mereka merasa dapat berjalan tanpa GCG, Manajemen perusahaan belum melihat adanya dampak finansial secara langsung, Masalah kepemilikan yang sebagian masih terkonsentrasi pada perorangan atau keluarga pendiri dan unsur budaya yang berkembang dilingkungan usaha nasional belum menunjang perkembangan penerapan GCG karena perusahaan masih beranggapan bahwa transparansi berarti mebuka rahasia dagang dan bisa mengancam daya saing.
2.      Hipotesis kedua menyatakan bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap Tobin’s Q sebagai nilai kinerja pasar perusahaan. Hasil hipotesis kedua menunjukkan nilai p-value sebesar 0.029<0.05 yang berarti bahwa corporate governance berpengaruh positif terhadap nilai kinerja pasar perusahaan. Nilai pasar perusahaan diukur dengan menggunakan Tobin’s Q yaitu perbandingan antara nilai pasar perusahaan dengan nilai buku total aktiva. Hal ini sejalan dengan teori dasar yang menyatakan bahwa semakin besar nilai pasar asset perusahaan dibandingkan dengan nilai buku asset perusahaan sehingga semakin besar pula kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, dan perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat

AddThis Social Bookmark Button


Bailout pada Bank Century  

Rabu, 28 Oktober 2009

      Bank Century, yang merupakan marger dari Bank CIC, Bank Pikko, serta Danpac, nama bank ini sudah tidak asing lagi di telinga kalangan para pengamat ekomoni, masyarakat dan birokrasi pemerintahan dan juga para anggota parlemen yang duduk di komisi XI DPR. Satu tahun belakang ini kasus Bailout ( dana penyertaan ) pada Bank Century sedang menjadi perdebatan di kalangan birokrasi pemerintahn kita. Dalam hal penanganan Bank Century masih banyak menyimpan pertanyaan – pertanyaan. Misalnya apakah betul Bank Century akan berdampak sistematis apabila tidak di selamatkan dan masih banyak lagi pertanyaan yang belum terungkap .
     Kasus yang terjadi pada Bank Century ini membuktikan bahwa lemahnya pengawasan perbankan di Negara kita Indonesia, oleh Bank Indonesia ( BI ) sebagai bank sentral terhadap bank – bank umum. Boediono menjelaskan bahwa “ Bank tersebut tidak dapat ikut serta dalam kliring karena pada hari kamis ( 13/11/2008 ) “ hal ini karena teknis yakni keterlambatan penyetoran Prefund ( pendanaan awal yang wajib disetorkan ke Bank Indonesia sebelum kliring ). Namun sekarng bank tersebut sudah dapat beropersi kembali.
      Setelah dua minggu kasus kalah kliring tersebut terjadi, tiba – tiba berita menakutkan muncul yaitu Bank Century di abmilalih oleh pemerintah, melalaui LPS ( Lembaga Penjamin Simpanan ), karena apa yang terjadi bank tersebut dapat berdampak sistematik. Setelah diambil alih oleh LPS Mentri Keuangan yang juga ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan ( KSSK ) menuturkan bahwa LPS telah menyuntik dana kepada Bank Century sebanyak emapat kali yang mana suntikan pertama pada tanggal 21 november 2008 sebesar Rp 2,77 Triliun. Suntikan kedua dilakukan pada 8 Desemeber 2008 Rp 2,20 Triliun, pada 3 Februari 2009 senilai Rp 1,15 Triliun dan pada tanggaul 21 Juli 2009 sebesar Rp 630 miliar. Dengan begitu total dari penyertaan yang diberikan LPS terhadap Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun. Sontak para anggota DPR kaget sebab yang mereka ketahui bahwa dana yang di suntik hanya Rp 1,3 Triliun, namun realisasi nya lebih besar.
      Selain dari dana penyertaan yang diberikan oleh LPS, sebab lain Bank Century tidak di tutp karena kabarnya ada nasabah besar ayng dilindungi. Kabaranya nasabah tersebut memiliki dana sekitar Rp 1 hingga 2 triliun rupiah. Nasabah tersebut antara lain adalah Budi Sampoerna yaitu pamannya Putera Sampoerna ( mantan pemilik PT H.M Sampoerna ) ayng disinyalir memliki dana sebesar Rp 1,8 Triliun.
        Disisi lain mantan Wapres ( Jusuf Kalla ) berkomentar bahwa “ Bank Century itu bukan karena masalah krisis melainkan masalah perampokan, kriminal. Karena pengendali bank merampok dana bank nya sendiri dengan segala cara termasuk obligasi bodong. Mantan wapres mengatakan bahwa pemilik Bank Century yaitu Robert Tantular serta direksi dari bank Century harus di tangkap dan dihukum. Dan kini Robert Tantular sudah di vonis penjara empat tahun serta denda Rp 50 miliar oleh pengadilan negeri Jakarta, vanis ini jauh lebih rendah disbanding dengan tuntutan jaksa yakni delapan tahun penjara( 10/9/2009). Selain Robert mantan direktur utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim juga divonis selama tiga tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar. Terssngka lainnya adalah Hesman Al Waraq Talaat dan Rafat Ali Rizvi, dua pemegang saham ini juga dipersangkakan dalam tidak pidana pencucian yang.

AddThis Social Bookmark Button


Cinta  

Senin, 12 Oktober 2009

Cinta Senantiasa Sabar dan Baik Hati
Cinta Tidak Pernah Cemburu dan Dengki
Cinta Tidak Pernah Mementingkan Diri Sendiri

AddThis Social Bookmark Button


Mie Aceh Pidie 2000 ciri khas Kota Rencong  

Sabtu, 10 Oktober 2009


Usaha makanan memang gak ada matinya, dari warung makan yang sederhana sepeti Warteg sampai restoran yang mewah seperti Pizza Hut. Pasti akan dicicipi oleh semua orang.  
Gak sangka di warung tenda  Mie Aceh  Pidie 2000 nan  sederhana   yang berlokasi di Jln Margonda Raya ( di samping restoran SS ) yang dulu nya berlokasi di samping Rumah Sakit Bunda, dan mempunyai cabang di daerah Margonda Raya tepatnya di depan Gramedia,  di sana tercipta suatu cita rasa masakan yang berasal dari kota Serambi Mekah yang lezat. Makanan asal kota Rencong ini sangat khas dengan bumbu rempah – rempah nya yang sangat harum yang berasal dari kuah mienya., dan bentuk mie yang khas yang tebal  dan kenyal seperti lidi.
Untuk isi dari mie tersebut  diisi dengan beraneka ragam seafood, ayam ataupun daging. Dan jangan lupa untuk pelengkapnya dapat ditambah dengan emping goreng nan renyah dan acar yang segar dan di tambah dengan jus buah yang tersedia di sana yang seger juga. Mie aceh juga memiliki cita rasa yang khas yang sangat cocok untuk lidah orang Indonesia.
Restoran mie Aceh Pidie 2000 yang berlokasi sangat strategis yang hampir tidak pernah sepi oleh pengunjung yang memiliki omset yang sangat besar. Mie Aceh pidie 2000 merupakan salah satu pilihan bagi penikmat mie di kota Depok, dan harganya juga relative murah bagi semua kalangan dari mahasiswa sampai pekerja kantoran, harga mie Aceh ini berkisar dari Rp 12.000 – Rp 16.000, dan harga jus yang juga relative murah yaitu Rp 6000. Harga tersebut sangat sesuai dengan kenikmatan dan porsi yang diberikan oleh warung tenda ini. Setiap orang yang pernah makan di warung ini pasti akan ketagihan, dan akan mencoba mencicipinya kembali.
hl%20mie%20aceh-ema-kaskus Selamat Mencoba……

AddThis Social Bookmark Button


Persahabatan  

Kamis, 08 Oktober 2009


Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

AddThis Social Bookmark Button


8 KAP yang dibekukan oleh Menrti Keuangan  

Rabu, 07 Oktober 2009

Menteri Keuangan menetapkan sanksi pembekuan atas izin usaha atas 8 Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP). Atas dasar peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008. Sebagian dari mereka terkena sanksi karena belum mematuhi Standar Auditing (SA) - Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
8 Akunatan Publik ( AP ) dan Kantor Akuntan Publik ( KAP ) tersebut adalah :
1. AP Drs Basyiruddin Nur
2. AP Drs Hans Burhanuddin Makarao
3. AP Drs Dadi Muchidin
4. KAP Drs Dadi Muchidin
5. KAP Matias Zakaria
6. KAP Drs Soejono
7.KAP Drs Adbul Azis B.
8. KAP Drs. M. Isjawara

AddThis Social Bookmark Button


Sejarah dan Manfaat Cokelat  

Senin, 05 Oktober 2009

Siapa sich yang tidak kenal sama yang namanya cokelat, sepertinya gak berlebihan kalau ada yang bilang “ Tanpa Cokelat dunia nggak semanis ini “. Pastinya setiap orang menaruh cokelat dalam daftar menu favoritnya. Tidak Cuma enak cokelat juga terbukti punya zat Dopamine yang ampuh memulihkan mood kita. Selain itu juga masih banyak kandungan ajaib yang dimiliki oleh yang namanya cokelat.
Sejarah Cokelat
Sejak tahun 600 SM bangsa Maya dan Aztec di Amerika Selatan sudah mengenal buah kakao ( bahan dasar cokelat ). Biji buah kakao ini dimanfaatkan sebagai minuman hangat yang rasanya pahit dan diberi nama xocoatl nah ini lah asal muasal cokelat. Orang – orang di benua Eropa baru mengenal cokelat ketika Christopher Colombus ( penemu benua Eropa ) membawanya kesana Queen’s Lane Coffe House on High Street, Oxford yang merupakan kedai pertama yang menyediakan hidangan cokelat dan kopi pada tahun 1650. Dan sangking istimewanya cokelat menjadi penting pada acara social, bisnis, polotik, di eropa dan di anggap sebagi lamabng kesejahteraan. Kota Hershey di Negara Pennsylvania, Amerika serikat sebagai tempat termanis di bumi ( Chocolate World dan the Sweetest place on earth ) di kota inilah, untuk pertama kalinya berdiri pabrik cokelat modern yang terbesar di dunia, yaitu tahun 1894. Pendirinya adalah Milton S. Hershey dan cokelatnya masih bisa dinikmati sampai sekarang.

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips